Label

Senin, 25 Februari 2013

Degenerasi Dan Nekrosis

Tulisan ini adalah review dari pembahasan matakuliah Patologi umum veteriner di smester 4 tentang Degenerasi dan Nekrosis sel atau jaringan.
Apa itu Degenerasi? dan Apa itu Nekrosis?
saya akan menjelaskan uraiannya pada awal pembahasan tentang topik ini.

     Degenerasi merupakan perubahan morfologi dan fungsi yang sifatnya irreversibel (bisa kembali menjadi normal). Degenerasi sel atau jaringan dapat diamati dari komponen komponen yang ada pada sel seperti membran sel, inti sel, dan sitoplasmanya.
ada 8 macam degenerasi yang terjadi pada sel atau jaringan makhluk hidup yaitu:


No.
Jenis Degenerasi
Ciri Ciri
Bagian yang sering Terjadi
Penyebab
1
Degenerasi Perenkimatosa
Adanya radang pada organ
-Jaringan berparenkim
Ketidak seimbangan pompa sodium Na (intrasel) dengan K (ekstrasel) akibat mekanis, respon imun berlebih, toksik, anoksia, infeksi
2
Degenerasi Melemak
Pada pewarnaan HE terjadi vakolisasi (inti kepinggir)
-Jaringan berparenkim
Hepatosi toksik dan mal nutrisi, blokade asam lemak, penyerapan lemak yang berlebih diusus.
3
Degenerasi Hidrofik (akumulasi molekul air pada sitoplasma)
Pada pewarnaan HE terjadi vakolisis (inti tetap di central)
-Sel  epitelial
(sama dengan deg. Melemak)
4
Degenerasi Hyalin (akumulasi protein)
-Amorfous (struktur tidak berbentuk)
-Eosinofilik (merah)
- Jaringan ikat
- Membrana basalis
5
Degenerasi Fibrinoid (akumulasi protein yang berbentuk benang- benang)
-Lesi imunologis seperti Arthus (alergi) dan tumor sel mast
- Pembuluh darah
6
Degenerasi Amiloid (akumulasi glikoprotein)
-Pembuluh darah
-Glomerulus ginjal
-Membrana basalis
-Sinusoid hepar
-Folikel limpa
7
Gout (akumulasi asam urat)
-Persendian
-Membrana serosa (umum pada hewan)
Gangguan metabolisme purin
8
Kalsifikasi (akumulasi garam Ca)
-Jaringan lunak



Pada degenerasi Melemak hampir mirip dengan Steatosa atau Perlemakan (infiltrasi lemak), hanya saja bedanya terdapat pada letaknya. Degradasi melemak umumnya terjadi di dalam sel sedangkan pada Steatosa terjadi di antara sel. Steatosa disebabkan oleh kegemukan, dan gangguan penyerapan lemak, umumnya untuk pewarnaannya digunakan Oil red O, sudan III, dan Sudan black.


     Nekrosis merupakan kematian sel yang bersifat Irrevesibel. Nekrosis memiliki ciri ciri yaitu Piknosis (inti hiperkromatik dan mengecil, Karyotheksis (inti pecah pecah) dan Karyolisis (inti hilang).  nekrosis juga hampir mirip dengan autolisis posmortum, namun ada ciri- ciri yang membedakannya antara keduanya, berikut ini perbedaanya.

Nekrosis
Autolisis Posmortem
Tampak ada sel hidup di sekitar sel yang mati
Tidak ada sel hidup di sekitar sel mati
Masih terlihat adanya eritrosit
Tidak terlihat ada eritrosit
Ada zona radang di sekitar sel Mati
Tidak ada sel radang secara difus

 Nekrosis mempunyai beberapa tipe yang mencirikan suatu penyakit. ada 3 tipe Nekrosis yaitu:

No.
Tipe Nekrosis
Ciri Ciri
Penyebab
1
Koagulatif
Struktur sel / jaringan masih dikenali
Anoksia Akut
Obtruksi pembuluh darah
Toksisitas Akut
2
Liquafaktif
Terdapat masa cair/ semi padat di dalam jaringan
Kongesti (pembendungan) pembuluh darah
3
Kaseosa
Struktur sel hilang
Inti gelap
Ada debris(sisa nekrosis sel)
Kalsifikasi di sitoplasma
Kerusakan lokal yang parah akibat infeksi / racun.

Selain memiliki tie, Nekrosis juga memiliki jenis-jenis yaitu:
  1. Nekrosis lemak
nekrosis ini merupakan kematian lemak dalam tubuh organisme hidup, umumya terjadi di ruang abdomen / dibawah kulit, peristiwa ini banyak ditemukan pada hewan Ayam.
nekrosis lemak memiliki ciri ciri tersendiri yang bisa dilihat secara makroskopis dan mikros kopis.
Secara makroskopis nekrosis lemak bisa diketahui melalui warna lemak yang suram (putih kekuningan), dan bidang sayatan yang keras.
Secara Mikroskopis ciri ciri yang terlihat yaitu zona lemak pada hewan di gantikan oleh jaringan fibrosa serta terlihat adanya radang.

   2.  Ganggren

Ganggren merupakan jaringan nekrotik yang disertai adanya bakteri saprofit seperti Clostridium sp.

   3.  Infark

Infark merupakan Nekrosis lokal akibat terhambatnya aliran darah ke lokasi tersebut, ciri ciri yang biasanya ditemukan yaitu adanya radang di sekitar infark.

  4.  Autolisis

Autolisis merupakan peristiwa di mana sel dicerna oleh enzim sendiri (enzim lisozim) setelah terjadi kematian sel. biasanya autolisis ini terjadi setelah 6 jam kematian (untuk di daerah tropis).


  Sampai disini tulisan mengenai Degenerasi dan Nekrosis, semoga dengan tulisan ini baik pembaca mauun penulis mendapatkan manfaat. terimakasih :)







2 komentar:

  1. "Degenerasi merupakan perubahan morfologi dan fungsi yang sifatnya irreversibel (bisa kembali menjadi normal)".
    Mf mbak kalimat ini membingungkan setahu saya yang bisa kembali normal itu istilahnya reversibel. kalau irreversibel itu tidak bisa kembali normal.

    BalasHapus
  2. gambar2 nya gak ada yaa,,untuk kbutuhan responsi nih,,

    BalasHapus